Jumat, 01 Februari 2013

LSM GEMPAR Jember Desak Kejati Jatim,usut Dugaan Korupsi dana BANSOS di JEMBER.senilei ( Rp.33 Milyar)

Jember. Garuda Timur News.com
Ketua LSM GEMPAR &Kabid Pidsus KEJATI-JATIM"
Berdasarkan surat Laporan nomor :0/1/GTN/013   tertanggal 28-01-2013 ,yang di tandatangani oleh LSM GEMPAR,LSM Sakera,LSM Gebrak dan GEMA TIPIKOR NUSANTARA ,juga sudah di terima oleh Sekretariat Kejati Jatim pada Hari Rabu 30 Januari 2013 ,karenanya LSM Gempar Jember Desak Kejati Jatim segera usut Tuntas dan Tahan para tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana BANSOS (Bantuan Sosial)Tahun 2012 senilai Rp.33 Milyar di Dinas Pendidikan Kabupaten Jember yang seharusnya diperuntukan untuk Rehab pembangunan SDN(Sekolah Dasar Negri) ,sebagai Implemantasi Lembaga Kejaksaan komitmen terhap”PEMBERANTASAN KORUPSI” 

LSM GEMPAR&Kualisi Anti korupsi saat di KEJATI-JATIM
Untuk yang ke sekian kalinya LSM GEMPAR Jember(Yang di Komandani oleh ANSHORI)  dan kualisinya tidak bosan –bosanya menyerukan,menghimbau, mendesak Lembaga Penegak hukum untuk segera usut tuntas dan segera tahan para tersangka “KORUPSI DANA BANSOS”(Bantuan Sosial)Tahun 2012 senilei kurang lebih Rp.33 milyar di Dinas Pendidikan Kabupaten Jember ,untuk rehab pembangunan SDN(Sekolah Dasar Negeri) di Kabupaten Jember .sebagei Implementasi Lembaga KPK( Komisi Pemberantasan Korupsi)dan Kejaksaan komitmen terhadap “Pemberantasan Korupsi”
Bahwa dana BANSOS tersebut merupakan bantuan Pemerintah Pusat ,untuk rehab pembangunan 180 SDN(Sekolah Dasar Negeri) di Kabupaten Jember yang mana setiap SDN ,di sinyalir mendapatkan bantuan RP.150 Juta sampei dengan Rp.250 Juta.adapun dana BANSOS tersebut adalah Rehab untuk pembangunan sebageiberikut;

(1) Pembangunan”Pengadaan Genteng “karang pilang Kuwalitas Standart Nasional Indonesia(SNI)dengan harga per-biji Rp.2,316 (dua ribu tigaratus enam belas rupiah), (a)  PASANG GENTENG KARANG PILANG kuwalitas baik volume:315.158 harga satuan :Rp.57,900,00 jumlah Rp.18,247,650,78.
(b)Pasang bubung sejenis volume:24,700. Harga satuan :RP. 60,100,00. Jumlah : Rp.1,484,470,00. (c)Pasang Genteng KOMPRES volume :25.519.  harga satuan :Rp.56,900,00. Jumlah :Rp.1,452,023,70.namun pelaksanaannya dipasang genteng kwalitas “tidak SNI”  Seharga :1400(seribu empat ratus rupiah )dan bahkan untuk mengelabui Petugas Pengawas,diduga genteng yang tidak SNI di setempel SNI.

(2)Pembangunan (Pengadaan)atap kerangka BESI BAJA RINGAN yakni; Galvalume dengan harga yang tersebut di dalam RAB Rp.181,000,00 (seratus delapan puluh satu ribu rupiah) Ketebalan:0,75 mm volume :315. 158 : Rp.57,043,606,05.pasang LISPLANK LATAR KALSIPLANK 30 cm .volume :49.400,satuan harga :Rp.50,700,00  , jumlah :Rp.2.504.580,00.
Pasang Lisplank Gevel kalisplank 30 cm Volume :25.519  Harga satuan :Rp.50.700,00 jumlah :Rp.1,293,806,71 , Ukuran Gavalume: Reuter 2/20,Reng .t 0,53 mm, Usuk  C7510RA/G550, Kuda-kuda C7575RA/G550  ,flafon 5/7, Hanger 6/12 ,Kolom 20/20 , Listplank 3/25. Bah teryata untuk pengadaan Galvalume kerangka atap di pasang Galvalume seharga pemeter  Rp.115,000,00 (seratus lima belas ribu rupiah ,bahwa sehingga harga Galvalume kwalitas SNI Merk Simatras per-meter Rp.165,000,00 (seratus enam puluh lima ribu Rupiah) dan Galvalume merk Multindo per-meter Rp.135,000,00 (seratus tiga puluh lima ribu rupiah)

(3)Pembangunan Kayu untuk Kuda-kuda ,Kusen,Jendela dan lain-lain,adalah Kayu yang berkwalitas Nomor 2(dua) kayu Kruwing ,namun dipasang kayu yang berkwalitas nomor 4(empat)yakni kayu Sengon,pinus,kayu Kas dan lain-lain
(4)Pembangunan Pondasi, Rehab pembangunan SDN ,NAMUN tidak ada pelaksanaan pembangunan pondasi baru.
(5)BAHWA  rehab pembangunan SDN tersebut adalah dilaksanakan secara”SWAKELOLA”namun pelaksanaanya di “KONTRAKTUALKAN”dengan cara PL( Penunjukan Langsung)menurut kami(LSM GEMPAR) Patut di duga melanggar Keppres No.80 Tahun 2003 .

(6)Pelaksanaan Proyek tidak di pasang PAPAN NAMA PROYEK,IRONISNYA Ratusan Ribu Ton “Besi Bekas”Bangunan kerangka Atap Ratusan SDN yang mestinya di manfaatkan untuk pembangunan Sarana dan/Prasarana Sekolah diduga di jual oleh oknum Kepala Sekolah ,yang mana diduga setiap SDN Menjual Bekas Besi atap sekolah dimaksud, mencapei berat  1,2 Ton, dengan harga per-kg Rp.500,00 (lima ribu rupiah)dan adapun sebagei pembelinya diduga bernama Saudara H.AS ALAMAT Jl. Teratei  K elurahan  Gebang ,Kecamatan Patrang Kabupaten Jember  dan Sdr .H.AS selaku pembeli  Besi dimaksud atas Perintah dengan Surat tugas Nomor :800/4541/413/2012 Tertanggal 26 Nopember 2012  yang di tandatangani oleh Kepala Bidang PENDIDIKAN TK/SD : Drs.Achmad Yasin, MSI.
        Bahwa penjualan Ratusan Ton Besi bekas Atab SDN dimaksud yang Notabene adalah milik Negara di jual tanpa melakukan Lelang dan bahkan hasil penjualan Besi di “DUGA TIDAK dimasukkan  KASDA”
Bahwa untuk mengelabuhi Petugas Pengawas diduga dalam pembangunan (Pengadaan)Genteng yang tidak SNI ,di “SETEMPEL”Kwalitas SNI( Setandart Nasional Indonesia)Bahwa berdasarkan hasil Investigasi di Lapangan LSM GEMPAR Jember,Menemukan adanya dugaan adanya Penympangan dalam Pelaksanaan Rehab Pembangunan Ratusan SDN yang tidak sesuei  JUKLAK(Petunjuk Pelaksanaan),JUKNIS(Petunjuk Technis)dan tidak sesuei  RAB(Rencana Anggaran Biaya )

Bahwa Pengadaan bahan-bahan bangunan Rehab dimaksud diduga di “Kontraktualkan”dengan cara PL (Penunjukan Langsung)Sebagei Kontraktor Pengadaan (Pemasok) Galvalume di sinyalir adalah “Toko Jaya Mandiri” milik Saudara .AMD ,Alamat Jl. Selamet Riyadi ,Kelurahan Patrang,Kecamatan Patrang ,Jember ,Bahwa DISPENDIK (Dinas Pendidikan) Jember disinyalir selain mendapatkan kucuran Dana Bansos ,mendapat pula bantuan DAK(Dana Alokasi Khusus)untuk Rehab Pembangunan kurang lebih 350 SDN Senilei Ratusan Milyar, karenanya patut diduga dalam pelaksanaan Proyek tersebut terjadi DOUBLE COUNTING

Bahwa untuk Rehab Pembangunan SDN yang mendapatkan dana Bansos Gedungnya di Cat “Warna Coklat” ,sedangkan untuk Rehab pembangunan SDN yang mendapatkan Dana Alokasi  Khusus (DAK) Gedungnya di Cat “warna Hijau”,Sebagei contoh : Dugaan penyimpangan Rehab pembangunan Rehab di: SDN Mayang 01 Kecamatan Mayang ,Jember (Genteng tidak SNI dan Plapon kayu Sengon),SDN  Bintoro 02 Kecamatan Patrang,Jember(Ketebalan Galvalume tidak sesuei RAB)dan SDN Patrang 02 Kecamatan Patrang ,Jember (Gentengnya tidak SNI dan Ketebalan Galvalume tidak sesuei RAB),SDN Tegal Gede 01 Kecamatan Sumbersari ,Jember(Genteng tidak SNI), SDN Silo ,Jember( Genteng tidak SNI),SDN 02  Kecamatan Mayang,Jember(Genteng tidak SNI),SDN Jelbuk 01 Kecamatan Jelbuk,SDN  Lengkong 03 Kecamatan Mumbulsari,SDN Gunung Malang 03 Kecamatan Sumber Jambe , 

SDN Klungkung 02 Kecamatan Sukorambi,SDN Gebang 02  Kecamatan Patrang ,SDN Biting 04,Kecamatan Arjasa,SDN Lojejer 03  Kecamatan Wuluhan dan SDN Dukuh Dempok 06 Kecamatan Wuluhan,SDN Sabrang 01 Kecamatan Ambulu,Jember (GENTENG tidak SNI)dan Lain-lain.
Bawa dengan Adanya dugaan Penyimpangan dimaksud selain merugikan keuangan Negara maka diKhawatirkan Bangunan SDN dimaksud akan Roboh sehingga ber-akibat akan banyak jatuh Korban yakni Murid yang tidak berdosa sebageimana peristiwa yang ditayangkan dalam Berita di Trans TV, BAHWA  pada Tanggal ,09-01-2013 Sebuah SDN( Sekolah Dasar Negeri ) di BOGOR Jawa Barat, Indonesia “AMBRUK/ROBOH” (NANG)