"GETAH KARET

"HADIRILAH GEMPAR GOYANG JEMBER" GEBYAR ULTAH LSM GEMPAR KE XII, Tgl 15 FEBRUARI 2014, DIMERIAHKAN DANGDUT 0.M.GARUDA, HADRAH SHOLAWATAN & LAWAK SYUKUR Cs, TEMPAT DI Jl.Dr.WAHIDIN, PASAR TANJUNG JEMBER" ****** "DIREKTUR PDP (Perusahaan Daerah Perkebunan) PARAHIYANGAN KABUPATEN JEMBER dan BUPATI JEMBER Ir.MZA DJALAL HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS RAIBNYA GETAH KARET 159.106 Ton Pada Tgl.22 Maret 2013 senilai Rp.3,8 Milyar sebagai KERUGIAN NEGARA". KARENANYA LSM GEMPAR JEMBER DESAK KEPOLISIAN, KEJAKSAAN DAN KPK USUT TUNTAS KASUS DUGAAN KORUPSI TERSEBUT" *** "LSM GEMPAR DESAK KEJARI JEMBER, KEJATI JATIM DAN KEJAGUNG RI,SEGERA EKSKUSI TERPIDANA Drs.DJOEWITO (mantan SEKDA JEMBER) YANG DIVONIS MAHKAMAH AGUNG.RI 6 TAHUN PENJARA SEKALIGUS PERIKSA DAN TAHAN BUPATI JEMBER Ir.MZA DJALAL SEBAGAI TERSANGKA KORUPSI PENJUALAN ASSET PEMKAB. JEMBER TANAH EKS BRIGIF. 9 KOSTRAD JEMBER Rp.20 MILYAR".

Kamis, 01 November 2012

PT. MITRA UTAMA GLOBAL “Di peringatkan berkali kali tak digubris”

Jember, GARUDATIMUR.News. PT. MITRA UTAMA GLOBAL General trading, pelatihan kerja, yang beralamat di jl. Slamet Riyadi No.119 Baratan Patrang, diduga merekrut anggota yang kemudian diberi motivasi, dan pengarahan agar mudah mendapatkan pekerjaan, setelah peserta mendapatkan sertifikat yang dijanjikan setelah lulus dari pelatihan yang diprogramkan.


untuk menjadi anggota/peserta General trading diwajibkan membayar uang sebesar  Rp. 550.000 yang menurut salah satu mantan peserta untuk biaya selama masa kepelatihan, yang jadi pertanyaan kemudian setelah para peserta General trading tersebut memperoleh sertifikat yang dijanjikan apakah benar benar akan mendapatkan pekerjaan semudah yang dijanjikan?
                 
Saat kejadian tersebut dikonfirmasi kepada pihak Kelurahan Baratan sebagai Instansi pemerintah yang bertanggung jawab di lingkungannya ternyata bagai gayung bersambut,informasi yang awalnya berasal dari RT setempat yang mengadu kepada pihak Kelurahan karena PT. MITRA UTAMA GLOBAL tidak “kulo nuwun” langsung ditindak lanjuti,setelah pihak Kelurahan menemui pimpinan PT. MITRA UTAMA GLOBAL (sugeng,red.) ternyata didapatkan informasi bahwa  PT tersebut  belum ada ijin dari DEPNAKER.

Seperti yang di ungkapkan oleh Aruji (pegawai Kelurahan Baratan)“benar itu mas, pihak PT. MITRA UTAMA GLOBAL bahkan sudah kami tegur sebanyak tiga kali untuk menghentikan/menutup kantornya, tapi tidak di gubris, Cuma sempat nutup dua hari kemudian buka lagi,usaha mereka belum ada ijin /pemberitahuan kepada kelurahan,ataupun RT,RW setempat, bahkan tidak ada ijin  DEPNAKER, padahal perekrutan anggotanya sangat banyak, masyarakat banyak yang resah, Kami memang menunggu adanya laporan dari masyarakat yang menjadi korban, dan kami dari pihak Kelurahan siap menjadi saksi di kepolisian”.nara sumber juga menambahkan “ pernah  PT. MITRA UTAMA GLOBAL didatangi oleh LSM, masuk kenceng keluar lemes..diduga sudah mendapat pengkondisian mas..damai ditempat, alasan PT masalah perijinan masih dalam proses..bahkan saya sendiri sempat dijanjikan uang sebesar lima juta (Rp. 5.000.000,00 ) agar tutup mulut”.

Usaha yang menurut Aruji sudah maksimal tersebut selalu mental ditengah jalan,termasuk laporan ke pihak Polsek Patrang, bahkan pernah Kepala PT. MITRA UTAMA GLOBAL bersama beberapa staffnya didampingi beberapa LSM termasuk dari pihak Kelurahan Baratan bersama sama menghadap ke kantor DEPNAKER , hasilnya WARNING bahwa kantor tersebut harus tutup hingga mendapatkan ijin dari DEPNAKER, tetapi menurut sumber yang sama menjelaskan tutupnya hanya dua hari, kemudian buka lagi dan tidak ada lagi tindak lanjut dari Depnaker atas  WARNING tersebut.

Kejadian yang baru tercium media ini sebenarnya sudah lama berlangsung, tetapi karena pihak Kelurahan hanya diberi janji janji dan tidak ada kepastian proses hukum yang bisa diharapkan akhirnya bercerita kepada awak media, “ kami merasa dipermainkan mas…, termasuk terakhir kali mengatakan akan pindah, hanya menghabiskan masa kontrak…tapi mana? Hingga saat ini PT tersebut masih aktif, apa nunggu Jatuh korban lebih banyak lagi? Kasihan para korban, sudah keluar biaya, gak jelas lagi, trus mau dikemanakan mereka? “  jelas Aruji dengan nada kesal.

Saat GARUDATIMUR.News. mendatangi kantor PT. MITRA UTAMA GLOBAL Kamis (1/11) untuk menkonfirmasi masalah tersebut, beliau (Sugeng) selaku pimpinan memberikan alasan bahwa selama ini pihaknya merasa dipermainkan oleh oknum yang mengaku dari LSM SARBUMUSI, yang berjanji akan mengurusi semua perijinan tetapi oknum tersebut “ mental” saat dimintai pernyataan kesanggupan menyelesaikan perijinan tersebut dengan menggunakan pernyataan bermaterai, termasuk untuk perijinan dari DEPNAKER selalu “di oper oper” oleh pegawai DEPNAKER  itu sendiri, “ seandainya ada yang benar benar ada yang mau mengurusi perijinan PT  kami maka kami mau mengurusnya dengan syarat ada pernyataan bermaterai “ tegas Sugeng  beralasan.

Tetapi setelah ada pihak yang benar benar mau mengurus  semua perijinan tersebut dengan serius didapati kenyataan bahwa memang  tidak  ada itikad dari pihak  PT MITRA UTAMA GLOBAL untuk benar benar serius dalam pengurusan masalah perijinan tersebut, terbukti dengan selalu di ulur ulurnya waktu dengan alasan masih menunggu dana dari pusat, setelah itu berubah lagi dengan alasan bahwa semua masalah perijinan tersebut telah di urus oleh manager yang lama (Andi).

Menanggapi semua alasan yang berbelit belit tersebut pernah awak media langsung menanyakan masalah tersebut kepada Haris selaku pihak dari DKLH yang menangani masalah perijinan HO (Hinder Ordonte) dan didapatkan jawaban bahwa  “PT tersebut memang ruwet, sudah lama mas…tetapi hingga saat ini tidak pernah ada tindak lanjut“.

Dapat ditarik garis besar bahwa semua permasalahan perijinan tersebut memang dari pihak PT MITRA UTAMA GLOBAL yang memang tidak ada itikad untuk benar benar serius menyelesaikannya.(sueb/nang).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar