"GETAH KARET

"HADIRILAH GEMPAR GOYANG JEMBER" GEBYAR ULTAH LSM GEMPAR KE XII, Tgl 15 FEBRUARI 2014, DIMERIAHKAN DANGDUT 0.M.GARUDA, HADRAH SHOLAWATAN & LAWAK SYUKUR Cs, TEMPAT DI Jl.Dr.WAHIDIN, PASAR TANJUNG JEMBER" ****** "DIREKTUR PDP (Perusahaan Daerah Perkebunan) PARAHIYANGAN KABUPATEN JEMBER dan BUPATI JEMBER Ir.MZA DJALAL HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS RAIBNYA GETAH KARET 159.106 Ton Pada Tgl.22 Maret 2013 senilai Rp.3,8 Milyar sebagai KERUGIAN NEGARA". KARENANYA LSM GEMPAR JEMBER DESAK KEPOLISIAN, KEJAKSAAN DAN KPK USUT TUNTAS KASUS DUGAAN KORUPSI TERSEBUT" *** "LSM GEMPAR DESAK KEJARI JEMBER, KEJATI JATIM DAN KEJAGUNG RI,SEGERA EKSKUSI TERPIDANA Drs.DJOEWITO (mantan SEKDA JEMBER) YANG DIVONIS MAHKAMAH AGUNG.RI 6 TAHUN PENJARA SEKALIGUS PERIKSA DAN TAHAN BUPATI JEMBER Ir.MZA DJALAL SEBAGAI TERSANGKA KORUPSI PENJUALAN ASSET PEMKAB. JEMBER TANAH EKS BRIGIF. 9 KOSTRAD JEMBER Rp.20 MILYAR".

Kamis, 09 Agustus 2012

Orang tua Pilar, Adukan Sekolah Pelita Hati Ke Presiden


Jember, GARUDATIMUR.News.   PILAR MENARA FALAH (9,5 tahun) siswa kelas 3 SD Pelita Hati National Plus School (PHNPS) Jember mengalami shock, gegar otak, hematom sebesar bola tenis, epistaxis, dan luka parah (luka kotor oleh tanah, pasir, dan serpihan kecil gelas mika kacamata, luka cuil menganga, serta skin loss) di wajah, mata, hidung, dan kepalanya serta mengalami sindrom.

Namun pihak sekolah sampai saat ini tidak memberikan santunan serupiahpun, meskipun kecelakaan yang terjadi pada siswannya teranggal 31 Mei 2012 di halaman sekolah itu pada saat dalam kegiatan belajar-mengajar pada waktu jam sekolah.


Mediasi yang dilakukan dengan manajer sekolah PHNPS Jember Restu Prayogi melalui kuasa hukum K.R.A.T Suthedjo Adinagoro, S.H.,M.H.,M.l.Med pun tidak menemukan jalan keluar. Padahal orang tuanya sudah mengeluarkan biaya lebih dari 70 juta rupiah selama dua putri saya bersekolah di PHNPS Jember.

Dengan biaya yang sangat mahal mereka berharap sekolah akan memberikan kenyamanan dan keamanan yang terbaik buat putri-putrinya sesuai janji-janji sekolah di websitenya www.pelitahati.sch.id (sekarang tidak aktif) bahwa PHNPS Jember adalah sekolah yang menerapkan standar pendidikan yang paling tinggi dan hanya memberikan yang terbaik bagi para peserta didiknya serta berafiliasi Cambridge University.

“untuk itu saya memercayakan dan memasrahkan dua putri saya (Pilar Menara Falah, 9,5 tahun dan Pilar Zhafirah Sabilarrasyad, 5 tahun) bersekolah di PHNPS Jember. Namun faktanya bertolak belakang, ternyata tidak linier antara biaya yang mahal, kualitas yang dijanjikan dengan fakta di lapangan sebagaimana yang saya alami”. Demikian keluh orang tua murid Pilar Menara Falah dr. Yudha Nurdian, M.Kes kepada media ini.

Untuk melampiaskan kekesalannya, disamping mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Jember dengan Perkara No. Reg. 63lPdt.GlPn.Jr. melalui kuasa hukumnya,  dr. YUDHA NURDIAN, M.Kes tertanggal 2 Juli 2012 sebesar 1 milyar,  dr. Yudha Nurdian, M.Kes juga mengadukan nasib putrinya ke Presiden Susilo Bambang Yudoyono.

Dengan harapan agar keberadaan sekolah yang melabelkan sekolah national plus dan bahkan menggembar-gemborkan berafiliasi dengan lembaga internasional ditinjau ulang dan mendapatkan sangsi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Surat Curahan Hati orang tua Murid TK-SD Pelita Hati National Plus School Jember dr. YUDHA NURDIAN, M.Kes dilayangkan kepada Presiden Republik Indonesia DR H Susilo Bambang Yudhoyono tertanggal 15 Juli 2012.

Bulan 9 Agustus 2012,wartawan GLOBAL NEWS saat konfermasi di Sekolahan sang menejer RESTU PRAYOGI ,bahwa sebenarnya kita pihak Sekolah sudah berusaha melakuklan upaya solidaritas ,mengunjungi korban ke rumanya bahkan 2 kali, bahkan kita tidak keberatan memberikan bantuan biaya untuk pengobatan  PILAR MENARA FALAH , akan tetapi kita juga minta bukti ,misal kuitansi bukti pembiayaan pengobatan atao lainya ,guna pertanggung jawapan kita ,karena kita kan juga lembaga yang segala sesuatunya harus ada pertanggung jawapan {bukan milik saya pribadi} bahkan ada di beberapa media seakan kurang berimbang dalam pemberitaan,misalnya ada foto korban sebelum dan saat terjadinya kecelakaan ,tetapi foto yang sekarang /sesudah kecelakaan kok tidak di tampilkan ? ujar menejer PELITA HATI NATIONAL PLUS SCHOOL. {NANG} 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar